Lalu, mereka kabur, tanpa sapa apalagi maaf
seperti tikus curut yang tengah ketahuan mencoba mencuri
mencicit, kabur
menghapus, menghilangkan jejak
seolah tak terjadi apa-apa
ya sudahlah ya, kita maafkan saja
sambil berdoa, semoga semua tukang aku-aku di luar sana mau menghargai proses kreatif orang lain
amiin. ^^
i owe the picture from here
Friday, October 28, 2011
Tuesday, October 18, 2011
Masih Bersama Si Tukang Aku-Aku
Tadinya, saya sudah mulai kangen nulis lagi di blog ini. Baru mau mulai nulis, eh nemu lagi si tukang aku-aku-yang-suka-modifikasi.
berawal dari postingannya di forum ini: Ngerumpi --yang merupakan sajak saya, yang ini--dengan kreativitas ala plagiatornya dimodifikasi deh sama dia. Lalu, saya telusuri blognya, dan OMG bertebaranlah sajak-sajak saya yang sudah dimodifikasi sama neng satu ini. Ini dia blognya: sekarlawu.
Ah, saya benar-benar mencintai proses menulis ini, merekam setiap kejadian yang saya lewati dengan kata. Bagi saya, sajak adalah anak-anak yang saya besarkan dengan hati-hati dan penuh kasih sayang. Jadi, jika dicomot begitu saja, saya tentu tak rela.
Kalian yang di luar sana, yang sedang membaca blog saya--entah itu menyukai tulisan saya atau tidak--ayo bantu perangi plagiator. Ayo, bangga dengan tulisan sendiri!
Ps. semangat menulis saya tetap ada kok, jadi saya akan tetap menulis. Caiyooo!
berawal dari postingannya di forum ini: Ngerumpi --yang merupakan sajak saya, yang ini--dengan kreativitas ala plagiatornya dimodifikasi deh sama dia. Lalu, saya telusuri blognya, dan OMG bertebaranlah sajak-sajak saya yang sudah dimodifikasi sama neng satu ini. Ini dia blognya: sekarlawu.
Ah, saya benar-benar mencintai proses menulis ini, merekam setiap kejadian yang saya lewati dengan kata. Bagi saya, sajak adalah anak-anak yang saya besarkan dengan hati-hati dan penuh kasih sayang. Jadi, jika dicomot begitu saja, saya tentu tak rela.
Kalian yang di luar sana, yang sedang membaca blog saya--entah itu menyukai tulisan saya atau tidak--ayo bantu perangi plagiator. Ayo, bangga dengan tulisan sendiri!
Ps. semangat menulis saya tetap ada kok, jadi saya akan tetap menulis. Caiyooo!
Friday, June 03, 2011
Saya Patah Hati: pada kamu tukang aku-aku!
Gara-gara postingan Mbak enno tentang orang2 di luar sana yang suka comot-comot tulisan orang seenaknya, isenglah saya searching tulisan sendiri.
hasilnya?
ini baru awalan, hiks.
ini copypaste banget. jozhienatalyafardyan.blogspot.com
ini diganti judulnya aja: emang apa salahnya dengan judul yang gw bikin heh? griinboys21guns
ini juga: inamisshunshine
ini digabung2in huwaaaa.... plinplannyagembul
kenapa sih? kenapa harus nulis dengan kata-kata dan karya orang lain? Emang segitu nggak pedenya dengan tulisan sendiri? Come on... tulisan kan dari hati yak, masa si harus plagiat. MALU TAUUUUK!
pencarian berlanjut, daftar plagiator tambah panjang.
Tuhan, saya benar-benar patah hati, pantas saja negeri ini susah sekali berubahnya, menghargai karya orang lain saja, sulit sekali.
daftar plagiator itu:
--demulkos
--ada yang posting sajak saya di kaskus dengan mengaku2 sajaknya dia :(: nukleus postingan#228
--di sini: sorepledge sajak-sajak saya bertebaran, dan dengan murah hati, ia mengganti judul2 sajak saya itu. huhuhuhuwaaa sorepledge2
--yang ini: senyumbiru ditambah foto dan kalimat terakhir "Tuhan dengar AKu"--mungkin dengan begitu dia pikir dia kreatif :(
aaah, saya bingung, apakah harus terharu karena artinya banyak yang suka dengan sajak-sajak saya, atau harus patah hati :(
sepertinya menulis di blog nggak akan sama lagi. saya benar-benar patah hati. :(
follow up:
setelah saya mendatangi dan mem beri komentar di blog-blog itu, baru satu yang memberi respons positif, yaitu robbysatria. Robby mengakui telah "terinspirasi" setelah membaca sajak saya dan khilaf dengan menuliskan tanpa mencantumkan sumber. Saya menghargainya. Saya menghormati keinginannya untuk meminta maaf. Toh, semua orang punya proses kreatif masing-masing bukan? Saya menghormati proses kreatif yang dilakukan Robby.
Ada pula, yang dengan arogan, tidak mengakui kesalahannya, bahkan menuding saya yang mengaku-aku karena sajaknya berbeda jauh. Apa mau dikata, silakan nilai sajak yang menurutnya beda jauh itu. Oh iya,dia juga menambahkan, "hanya sajak begitu saja, sudah ribut."--Hei, "hanya sajak begitu saja, kok kamu colong?"-- kasihan, dia tampaknya akan selalu jadi orang picik. Berikut saya sertakan screenshoot blog si tukang aku-aku-tapi-nggak-mau-ngaku!
ini sajak saya yang diaku-aku:
nah, ini sajak saya yang asli, (di sini) silakan Anda bandingkan, yang dia bilang beda jauh itu.
Ni dia, komentnya yang arogan, sangat picik, dan norak.
dan, inilah orangnya!
padahal, apa susahnya sih, mengakui dan meminta maaf? ah, semakin patah hati :"(
Thursday, February 10, 2011
[semoga] kali terakhir
ternyata, saya tidak bisa. berdiri di sana. menyemangati dan mendukung,seperti halnya teman yang baik. lagi-lagi, saya kalah. dan kali ini, mudah-mudahan untuk yang terakhir kalinya. ya, saya menyerah.
Thursday, January 27, 2011
yang tak berhenti
"kadang, sepertinya mimpi tak pernah mengerti keinginanmu
ia datang
dan menjelma luka
atau neraka
tapi, kau tak pernah bisa mengubah warnanya kan?
kita tak bisa mengaturnya agar segera menyempurna
karena itu hanya mimpi dan saat mimpi kau hanya bisa tidur dan mengikuti skenario yang ditulis alam bawah sadarmu
tidak banyak pilihan"
tuturmu--dengan emosi yang terlalu memburu
aku tak bisa berkata banyak [lagi] karena sekarang pun, kau dan skenario mimpimu, tak juga (ingin) berhenti
ah, tidak banyak pilihan, katamu
mungkin kau benar, mungkin juga salah
aku toh, tak bisa banyak bicara lagi
bukankah kau yang tak lagi mau berbagi mimpi?
I owe this picture from here
Thursday, November 11, 2010
di mana lagi akan kita sisipkan cinta ini?
di antara angin yang mendesau kebingungan menentukan musim
musim tak lagi memihak, bukan?
di antara mimpi yang tertinggal beberapa hari kemarin,
mungkin kita terlalu cepat meninggalkannya
di antara hujan yang kini datang setengah hati
karena setiap hari, kedatangannya hanya menyisakan genangan, serta makian
di mana rindu jatuh setiap pagi?
di mana lagi akan kita sisipkan cinta ini?
ruang-ruang yang tak bersahabat, kota dan rutinitas
sahabat dan tawa sudah lama tersimpan dalam kotak kaleng di bawah lemari
seperti hujan, juga tak ada yang saling merindukan
lalu, di mana kita bisa menyisipkan cinta ini?
cinta yang meruah,di sepanjang jalan saat sore menjelang
penuh terisi bunyi klakson dan hati yang ingin pulang
cinta yang membuncah di setiap halte pemberhentian
berharap setiap malam, mungkin mimpi akan menjelma besok pagi
mungkin, kita bisa menyisipkan cinta pada gerimis subuh nanti
mungkin, kita bisa menyisipkan cinta pada rindu kanak-kanak
atau, menyisipkannya diam-diam pada sahabat yang sedang patah hati
ah, jangan lupa sisipkan di hatimu
agar kau tak larut dalam senja dan kota yang menua
sisipkan banyak-banyak kalau begitu
agar kau selalu ingat pada rindu
dan, aku yang menunggu
I owe this picture!
musim tak lagi memihak, bukan?
di antara mimpi yang tertinggal beberapa hari kemarin,
mungkin kita terlalu cepat meninggalkannya
di antara hujan yang kini datang setengah hati
karena setiap hari, kedatangannya hanya menyisakan genangan, serta makian
di mana rindu jatuh setiap pagi?
di mana lagi akan kita sisipkan cinta ini?
ruang-ruang yang tak bersahabat, kota dan rutinitas
sahabat dan tawa sudah lama tersimpan dalam kotak kaleng di bawah lemari
seperti hujan, juga tak ada yang saling merindukan
lalu, di mana kita bisa menyisipkan cinta ini?
cinta yang meruah,di sepanjang jalan saat sore menjelang
penuh terisi bunyi klakson dan hati yang ingin pulang
cinta yang membuncah di setiap halte pemberhentian
berharap setiap malam, mungkin mimpi akan menjelma besok pagi
mungkin, kita bisa menyisipkan cinta pada gerimis subuh nanti
mungkin, kita bisa menyisipkan cinta pada rindu kanak-kanak
atau, menyisipkannya diam-diam pada sahabat yang sedang patah hati
ah, jangan lupa sisipkan di hatimu
agar kau tak larut dalam senja dan kota yang menua
sisipkan banyak-banyak kalau begitu
agar kau selalu ingat pada rindu
dan, aku yang menunggu
I owe this picture!
Monday, September 13, 2010
perkenankan cinta diberi nama
Subscribe to:
Posts (Atom)









--


